Selalu ada harapan bagi yang mau usaha Senantiasa terus berusaha dan berdoa

4 Benda-Benda Unik dan Ajaib di Zaman Rasulullah


1. Kisah Batu Khandak.

Berkata Amru bin ‘Auf: Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggariskan kepada kami khandak (parit yang dalam) pada waktu perang Ahzâb. Lalu ditemukan sebuah batu besar putih yang bulat. Batu tersebut tidak bisa dihancurkan bahkan membuat alat-alat kami patah. Maka kami menyebutkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Lalu Rasulullâh n menggambil linggis dari Salmân Al Fârisi dan beliau memukul batu tersebut dengan sekali pukul. Maka, batu tersebut terbelah dan mengeluarkan cahaya yang menyinari kota Madinah, bagaikan sinar lampu di malam hari yang gelap gulita. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir dan kaum Muslimin pun ikut bertakbîr. Kemudian dipukul lagi untuk yang kedua kali, maka batu tersebut terbelah dan mengeluarkan cahaya yang menyinari kota Madinah. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir dan kaum Muslimin pun ikut bertakbîr. Maka Rasulullâh memukul lagi untuk yang ketiga kali, maka batu tersebut terbelah hancur dan mengeluarkan cahaya yang menyinari kota Madinah. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir dan kaum Muslimin pun ikut bertakbir

Para sahabat tidak menganggap sakti batu itu, atau menjadikannya sebagai ajimat, penangkal dan sebagainya.

2. Kisah Batu Yang Memberi Salam Kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Semasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih di Mekah sebelum diangkat menjadi nabi; ada batu yang memberi salam kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau masih mengetahui batu tersebut, tetapi beliau maupun para sahabat tidak pernah memungutnya atau membawanya pulang untuk dijadikan penangkal atau alat terapi jika beliau sakit.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنِّيْ َلأَعْرِفُ حَجَرًا بِمَكَّةَ كَانَ يُسَلِّمُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ أُبْعَثَ إِنِّيْ َلأَعْرِفُهُ الآنَ”. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari sahabat Jabîr bin Samrah, ia berkata bahwa Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah memberi salam kepadaku sebelum aku diangkat menjadi nabi. Sesungguhnya aku mengetahuinya sampai sekarang” [HR. Muslim]

3. Batu Hajar Aswad.

Seluruh umat Islam sepakat bahwa Hajar Aswad adalah batu yang paling mulia dari segala batu. Tapi tidak ada seorangpun dari para sahabat yang menganggap sakti, apalagi minta kesembuhan kepadanya. Oleh sebab itu Amirul Mukminin Umar bin Khatâb Radhiyallahu anhu saat menciumnya di hadapan para kaum Muslimin, beliau berkata:

“إِنِّيْ أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّيْ رَأَيْتُ النَّبِيْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يُقَبِّلُكِ مَا قَبَّلْتُكِ”. رَوَاهُ الْبُخَارِيْ

“Sesungguhnya aku mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak memiliki mudharat dan tidak pula memberikan manfaat. Jika seandainya aku tidak melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, tentu aku tidak akan menciummu”[HR Bukhari]

Hukum mencium Hajar Aswad hanya sekedar mengikuti sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang disebutkan oleh sahabat Umar Radhiyallahu anhu. Tidak sebagaimana yang diyakini oleh kebanyakan orang-orang yang berebutan untuk menciumnya, bahwa Hajar Aswad dapat menyembuhkan penyakit, memurahkan rezki, dan dugaan-dugaan khurafat lainnya.

4. Ka’bah Dan Maqâm Ibrâhîm.

Banyak anggapan dari sebagian orang-orang yang pergi haji dan umrah, bahwa Ka’bah dan Maqâm Ibrâhîm memililki berbagai kesaktian, sehingga mereka mengusab-usab bangunan Ka’bah dan Maqâm Ibrâhîm dengan tangan dan kain mereka. Padahal tidak ada anjuran dalam agama tentang perbuatan tersebut. Apalagi meyakini dapat memberikan berbagai keistimewaan kepada manusia.

Syaikh al-’Utsaimin rahimahullah berkata: “Amat disayangkan, sebagian orang menjadikan segala ibadahnya hanya untuk bertabarruk (mencari berkah) semata. Seperti apa yang terlihat bahwa sebagian manusia mengusap rukun (tiang) yamani lalu mengusapkan ke muka atau dada. Artinya mereka menjadikan mengusap rukun yamani sebagai tabarruk bukan untuk berta’abud (beribadah). Ini adalah sebuah kebodohan” [4]. Lalu beliau menukil ungkapan Amîrul Mukminîn Umar bin Khatab yang kita sebutkan di atas.

Tidak dipungkiri bahwa Ka’bah atau Masjidil haram memiliki berkah. Tetapi mengambil berkah bukan dengan mengusap-ngusap dinding masjid atau Ka’bah. Tetapi beribadah pada tempat tersebut sesuai dengan ketentuan agama, seperti shalat, i’tikaf, tawaf, atau berhaji dan umrah.

*http://zilzaal.blogspot.co.id/2014/01/4-benda-benda-unik-dan-ajaib-di-zaman.html

Kisah Sopir Menjadi Pengusaha Tambang dan Boss Besi

Ini kisah menarik yang pernah disampaikan oleh Ustadz Yusuf Manshur dalam sebuah ceramahnya. Dengan bahasan dan gayanya yang khas, beliau sampaikan kisah ini.

Dan di sini admin ingin berbagi dengan kita semua, tentunya dengan bahasa dan penuturan yang sudah diubah, semoga menjadi ibroh dan pelajar buat kita agar lebih bersyukur dan tawakkal dalam hidup ini.

Sang ustad bercerita:

Ada kawan saya yang sangat menginginkan anaknya jadi 'Pengusaha Tambang'. Untuk mencapai cita-cita tersebut, maka sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini sudah melatih anak ini giat beribadah agar hidupnya dimudahkan oleh Allah.

Akhirnya anak ini tumbuh menjadi pemuda yang sholeh, rajin Tahajud, Dzikir,  wirid dan juga sedekah.

Sang ayah sangat ingin anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, supaya nanti bisa jadi 'Ahli Tambang'.

Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), si bapak menjual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, dengan sedekah tersebut beliau berharap rahmat dari Allah Swt dan kelancaran dari Sang Khaliq untuk kelancaran test anaknya.

Akhirnya, sang anak pun ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga.Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari 'Pertambangan & Metalurgi' sebab udah jadi cita-citanya dari dulu.

Singkat cerita, sang anak ternyata tidak lolos SBMPTN. Tapi si Bapak masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri.

Tapi ternyata, jalur mandiri di  ITB pun tidak lolos!!!

Bapak ini akhirnya bingung. Dalam hatinya mulai bertanya-tanya:

"Kenapa Allah tidak mengabulkan impian saya?"

Sang ayah itu amat ingin anaknya menjadi 'Ahli Tambang' supaya punya manfaat buat ummat di kemudian hari.

Sang bapak pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini & itu pasti perlu banyak biaya.

Sang anak pun tak kurang kecewanya, ia merasa bersalah kepada sang ayah. Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja.

Tidak jadi tukang tambang seperti yang diimpikan sang ayah, tapi 'Jadi Supir Pribadi' !!! jauh meleset!  Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya.

Si anak Tawakkal kepada Allah... Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah. Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.

Nah… Kebetulan si anak ini jadi 'Supir Boss Besi' di Surabaya.  Tiap hari ini anak muda ini mengantarkan bossnya ke tempat-tempat pengumpul 'Besi Bekas' di daerah Jawa. Dari Banten hingga ke Jatim buat ketemu klien-klien.

Bukan hanya itu, sang Boss juga mengajarkan anak mudu ini tentang bagaimana memilih Besi yang Bagus, di mana beli Besi Bagus, dan kemana harus dijual.

Singkat cerita...
2 tahun sudah ini anak kerja jadi 'Supir si Boss Besi'. Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya:

“Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia saja yang pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”.

Akhirnya suami istri itu pun setuju, anak gadis mereka pun setuju, hatinya pun terpikat pada pemuda baik yang sholeh itu.

Kedua orangtua itu pun menyampaikan niat baik mereka kepada si pemuda. Hati anak muda ini bergetar.

Singkat cerita, ia pun menikah dengan putri bossnya dan mewarisi usaha besi sang mertua. Ia sekarang jadi 'Pengusaha Tambang Besi!

Beberapa bulan kemudian, ketika temen-temennya yang lulus di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yang kemarin tidak lolos 'sudah Jadi Pengusaha'.

Lucunya... beberapa tahun kemudian, ketika si anak ini menginterview calon karyawannya lalu melihat CV mereka. ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB ang seangkatan dengannya, ia pun bergumam dalam hati : “ehmmm saingan gue dulu nih.”.

Yang lulus masih jadi karyawan tapi yangt idak lolos malah jadi boss! Heran kan?

Tidak usah heran!

Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu

~~~~~~~~~~~~~~~~~
'Kegagalan'
bukanlah Penghalang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yg telah Allah rencanakan.

Semoga memotivasi kita semua!

Ingat,
Ada banyak cara menjemput rezeki yang ada di sekitar kita.

1. Taqwa
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. Tawakal
Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. Shalat
Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4. Istighfar
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. Silaturahmi
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6. Sedekah
Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)

7. Berbuat Kebaikan
"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Alqashash:84)

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)

8. Berdagang
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)

9. Bangun Pagi
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, "Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)

10. Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)
 
Sumber :  http://www.putramelayu.web.id/2015/10/kisah-penguasaha-tambang-dan-boss-besi.html

Keajaiban Sedekah Tukang Becak Naik Haji



Pak Parman, demikian orang-orang memanggilnya. Dia hanyalah seorang tukang becak. Sudah bisa ditebak, berapa kekayaannya? Dia hanya punya tempat tinggal, dan itu pun kost di tempat yang kumuh, yang gentengnya sewaktu-waktu bisa bocor karena hujan. Meski begitu, Pak Parman memiliki budi yang sangat mulia. Kemiskinan yang merenggut kehidupannya, tidak menutup mata batinnya untuk selalu berbagi kepada orang lain. Siapa kira orang miskin tidak bisa naik haji. Karena sedekah, tukang becak yang satu ini justru mendapatkan keberkahan untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Tapi, bukan harta yang bisa ia sumbangkan. Sebab, untuk makan sehari-hari saja sulit, apalagi berniat untuk berbagi harta kepada orang lain. Maka, yang hanya bisa dilakukan Pak Parman adalah “sedekah jasa”. Yaitu, setiap hari Jum’at ia menggratiskan semua penumpang yang naik becaknya. Ini adalah hal yang luar biasa. Tidak semua orang bisa melakukannya, apalagi orang miskin seperti dirinya. Maka, atas kebaikannya itulah, suatu “keberkahan hidup” kemudian menghampirinya.
Suatu ketika, di hari Jum’at pertama bulan Ramadhan, tiba-tiba, ada orang yang kaya raya mobilnya mogok. Kebetulan, mogoknya tidak jauh dari pangkalan becak Pak Parman. Orang kaya itu pun bertanya kepada supirnya, “Pir, kalau naik becak kira-kira ongkosnya berapa ya?”
“Paling juga dua sampai tiga ribuan,” jawab supir kepada majikannya.


Orang kaya tersebut pun memutuskan naik becak karena sebenarnya jarak dirinya dengan rumahnya sudah lumayan dekat. Maka, dipanggillah tukang becak yang ada di pangkalan tersebut dan kebetulan Pak Parman yang datang. Lalu, digoeslah becak itu oleh Pak Parman menuju rumah orang kaya tersebut. Setelah sampai di tempat, Pak Parman dikasih uang 10 ribu dan tidak usah dikembalikan. Namun, oleh Pak Parman uang itu ditolaknya.
“Kenapa Bapak menolaknya?” tanya orang kaya itu..
“Saya sudah meniatkan dari dulu, kalau setiap Jum’at saya menggratiskan semua penumpang yang naik becak saya,” jawabnya jujur.
Setelah itu, Pak Parman pun pergi meninggalkan orang kaya tersebut. Rupanya, kejadian itu sangat membekas di hati orang kaya tersebut. Orang kaya seperti dirinya saja tidak pernah sedekah, ini orang miskin malah melakukannya dengan begitu tulus. Lalu, dikejarlah Pak Parman. Setelah dapat, Pak Parman pun dikasih uang satu juta. Orang kaya itu pikir, Pak Parman akan menerimanya karena uangnya besar. Tapi, Pak Parman tetap menolaknya. Lalu, dinaikkan lagi menjadi dua juta dan tetap Pak Parman menolaknya. Alasan Pak Parman sama: dia tidak menerima uang sepeser pun di hari Jum’at untuk jasa ojek becaknya. Sebab, dia sudah meniatkannya untuk bersedekah. Subhanallah!

Tapi, hal ini justru membuat orang kaya tersebut semakin penasaran. Maka Jum’at berikutnya (di hari Ramadhan juga), orang kaya itu pun naik becak lagi. Ia sengaja meninggalkan supirnya untuk pulang ke rumah sendiri dan dia lebih memilih berhenti di pangkalan itu untuk bisa naik becak Pak Parman. Maka diantarlah orang kaya tersebut ke rumahnya oleh Pak Parman. Setelah sampai, Pak Parman pun diberikan uang yang lebih besar lagi, kali ini 10 juta. Orang kaya itu pikir Pak Parman akan tergoda oleh uang sebanyak itu. Tapi, lagi-lagi, perkiraannya meleset. Pak Parman, sekali lagi, menolak uang yang bagi dia itu sebenarnya sangat besar. Apalagi, sebentar lagi akan Lebaran dan uang itu pasti akan berguna buat dirinya dan keluarganya. Tapi, orangtua itu menolaknya dengan halus.

Kejadian ini benar-benar membuat orang kaya tersebut tidak mengerti. Kenapa orang miskin seperti Pak Parman tidak mau menerima uang sebesar itu? Padahal, uang itu bisa ia gunakan selama berbulan-bulan. Namun, rasa penasaran orang kaya itu rupanya tidak pernah berhenti. Jum’at berikutnya, dia pun naik becak milik Pak Parman lagi. Namun, kali ini ia minta diantarkan ke tempat yang lain.
“Pak, antarkan saya ke rumah Bapak,” pinta orang kaya.
“Memangnya, ada apa, Pak?” jawab Pak Parman polos.
“Pokoknya, antarkan saya saja.”

Akhirnya, Pak Parman terpaksa mengantarkan orang kaya itu ke rumahnya. Mungkin orang kaya itu hanya ingin menguji: apakah tukang becak itu benar-benar orang miskin ataukah tidak? Mereka pun akhirnya sampai di rumah Pak Parman. Betapa terkejutnya orang kaya itu, karena rumah yang dimaksud hanyalah sebuah rumah kost yang sangat jelek. Gentengnya sewaktu-waktu bisa roboh karena terpaan air hujan. Karena sangat iba melihat kejadian itu, orang itu pun merogoh uangnya sejumlah Rp. 25 juta.
“Ini Pak, uang sekedarnya dari saya. Mohon Bapak menerimanya,” pinta orang kaya kepada Pak Parman.
Apa reaksi Pak Parman? Ternyata, dengan halus dia pun tetap menolaknya. Hal ini benar-benar sangat mengejutkan orang kaya itu. Bagaimana bisa orang semiskin dia menolak uang pemberian sebesar Rp. 25 juta? Kalau bukan dia adalah lelaki yang luar biasa, yang memiliki budi yang sangat luhur.

Akhirnya orang kaya itu pun menyerah. Dia benar-benar kalah dengan ketulusan hati Pak Parman. Ia percaya bahwa apa yang dilakukan Pak Parman benar-benar tulus dari hatinya. Ia benar-benar tidak tergoda oleh indahnya dunia dan kilaunya uang jutaan rupiah. Mungkin ia satu pribadi yang langka dari 1000 orang yang ada, yang sewaktu-waktu hanya muncul di dunia. Luar biasa!
Tapi, orang kaya itu berjanji bahwa suatu saat ia akan memberikan yang terbaik buat tukang becak yang berhati mulia tersebut. Sebab, mungkin, baru kali ini hatinya terusik lalu disadarkan oleh orang miskin yang hanya seorang tukang becak. Dan waktu pun terus berlalu.

Lebaran telah tiba. Pak Parman dan orang kaya itu tidak bertemu lagi. Menjelang Lebaran Haji (Idul Adha), orang kaya itu kembali menemui Pak Parman di rumah kostnya. Kembali ia pun datang di hari Jum’at. Mudah-mudahan kali ini niatnya tidak sia-sia. Setelah mereka bertemu, di depan Pak Parman orang kaya kemudian bicara terus terang, “Pak, mohon kali ini niat baik saya diterima. Bapak dan istri serta anak Bapak akan saya berangkatkan haji ke Tanah Suci. Sekali lagi, mohon Bapak menerima niat baik saya ini?”

Pak Parman menangis di depan istri dan anak semata wayangnya. Pergi ke Mekkah saja tidak pernah ia bayangkan sejak dulu, ini apalagi ia dan keluarganya akan diberangkatkan naik haji. Ini benar-benar hadiah yang sangat luar biasa dari Allah swt. Tawaran orang kaya itu pun diterima Pak Parman dengan setulus hati.
Maka, Pak Parman dan keluarganya pun akhirnya pergi haji. Ya, seorang tukang becak yang miskin tapi memiliki hati yang sangat mulia akhirnya bisa melihat keagungan Ka’bah di Mekkah al-Mukarramah dan makam Nabi Muhammad saw di Madinah. Kebaikannya dibalas oleh Allah. Ia yang menolak satu juta, dua juta, 10 juta, hingga Rp. 25 juta, tapi Allah menggantinya dengan haji ke Baitullah, bersama istri dan anaknya! Jadi, berapa kali lipatkah keberkahan yang didapatkan Pak Parman karena sedekah yang ia lakukan setiap hari Jum’at?! Subhanallah!

Bahkan, tidak saja dihajikan secara gratis, Pak Parman akhirnya dibuatkan rumah oleh orang kaya tersebut. Maka, semakin berkahlah hidup si tukang becak berhati mulia itu. Dan sejak itu, Pak Parman pun bisa tinggal di sebuah tempat yang nyaman dan tidak memikirkan lagi uang untuk kost di bulan berikutnya.
Demikian kisah tukang becak yang bisa naik haji karena sedekah yang dilakukannya. Apakah kita sudah seperti Pak Parman? Dia yang miskin masih memikirkan untuk berbagi untuk orang lain, apalagi kita yang mungkin lebih mampu dibandingkan dia. Mudah-mudahan kita bisa mengikuti jejaknya, terutama dalam hal ketulusannya dalam berbagi! Amin.

* https://7keajaibansedekah.blogspot.co.id/2013/03/keajaiban-sedekah-tukang-becak-naik-haji.html
Pahala Melimpah di Balik Memberi Makan Berbuka

Pahala Melimpah di Balik Memberi Makan Berbuka

Bulan Ramadhan benar-benar kesempatan terbaik untuk beramal. Bulan Ramadhan adalah kesempatan menuai pahala melimpah. Banyak amalan yang bisa dilakukan ketika itu agar menuai ganjaran yang luar biasa. Dengan memberi sesuap nasi, secangkir teh, secuil kurma atau snack yang menggiurkan, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Maka sudah sepantasnya kesempatan tersebut tidak terlewatkan.
Inilah janji pahala yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan,
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”[1]
Al Munawi rahimahullah menjelaskan bahwa memberi makan buka puasa di sini boleh jadi dengan makan malam, atau dengan kurma. Jika tidak bisa dengan itu, maka bisa pula dengan seteguk air.[2]
Ath Thobari rahimahullah menerangkan, “Barangsiapa yang menolong seorang mukmin dalam beramal kebaikan, maka orang yang menolong tersebut akan mendapatkan pahala semisal pelaku kebaikan tadi. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar bahwa orang yang mempersiapkan segala perlengkapan perang bagi orang yang ingin berperang, maka ia akan mendapatkan pahala berperang. Begitu pula orang yang memberi makan buka puasa atau memberi kekuatan melalui konsumsi makanan bagi orang yang berpuasa, maka ia pun akan mendapatkan pahala berpuasa.”[3]
Sungguh luar biasa pahala yang diiming-imingi.
Di antara keutamaan lainnya bagi orang yang memberi makan berbuka adalah do’a dari orang yang menyantap makanan berbuka. Jika orang yang menyantap makanan mendoakan si pemberi makanan, maka sungguh itu adalah do’a yang terkabulkan. Karena memang do’a orang yang berbuka puasa adalah do’a yang mustajab. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.”[4] Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.[5]
Apalagi jika orang yang menyantap makanan tadi mendo’akan sebagaimana do’a yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam praktekkan, maka sungguh rizki yang kita keluarkan akan semakin barokah. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,
اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى
“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku][6]
Tak lupa pula, ketika kita hendak memberi makan berbuka untuk memilih orang yang terbaik atau orang yang sholih. Carilah orang-orang yang sholih yang bisa mendo’akan kita ketika mereka berbuka. Karena ingatlah harta terbaik adalah di sisi orang yang sholih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada ‘Amru bin Al ‘Ash,
يَا عَمْرُو نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ
“Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta di tangan hamba yang Shalih.”[7]
Dengan banyak berderma melalui memberi makan berbuka dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga.[8] Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ »
“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”[9]
Seorang yang semangat dalam kebaikan pun berujar, “Seandainya saya memiliki kelebihan rizki, di samping puasa, saya pun akan memberi makan berbuka. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Sungguh pahala melimpah seperti ini tidak akan saya sia-siakan. Mudah-mudahan Allah pun memudahkan hal ini.”
Lalu bagaimanakah dengan Saudara?
Disusun di hari penuh berkah, Panggang-GK, 4 Sya’ban 1431 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

[1] HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. [2] Faidul Qodhir, 6/243.
[3] Syarh Ibnu Baththol, 9/65.
[4] HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[5] Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7/194.
[6] HR. Muslim no. 2055.
[7] HR. Ahmad 4/197. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim.
[8] Lihat Lathoif Al Ma’arif, 298.
[9] HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
Kisah Sukses Aminah si Penjual Pecel Online yang Bisa Beli BMW

Kisah Sukses Aminah si Penjual Pecel Online yang Bisa Beli BMW

Liputan6.com, Surabaya - Berawal dari budidaya jamur yang tak kunjung sukses, Aminah warga jalan Sawo Sambikerep Surabaya akhirnya banting setir berjualan makanan khas Surabaya seperti pecel semanggi, lontong balap, lontong kikil, tahu campur serta gado-gado.

Peralihan bisnis barunya itu akhirnya membawa Aminah mendapatkan penghargaan ‎Expo Sampoerna kategori Kuliner Bisnis Terbaik 2015.

Aminah menceritakan sedikit perjalanan sukses hidupnya hingga dirinya bisa merenovasi rumahnya, mendaftarkan asuransi pendidikan dan kesehatan kedua anaknya hingga bisa membeli mobil BMW untuk keperluan operasionalnya.

Dia mengatakan awalnya dirinya beserta sang suami (Agus) berbudidaya jamur di rumahnya. Selanjutnya pada tahun 2010, Aminah bergabung dengan kelompok Pahlawan Ekonomi Wanita Surabaya, UKM Bina Makmur.

"Awalnya budidaya jamur, tahun 2011 ganti jualan Semanggi. Dan baru tahun ini sampai sekarang, saya jualan semanggi online di bukalapak.com dan OLX. Tapi yan paling banyak dapat order di bukalapak.com," kata Aminah saat berbincang dengan Liputan6.com di Surabaya seperti ditulis Jumat (11/9/2015).
‎
Aminah menjelaskan, bisnis semanggi online itu dirinya ‎menyajikan 3 paket diantaranya paket hemat dengan harga Rp 25 ribu untuk 3 porsi. Paket oleh-oleh dengan harga Rp 75 ribu yang disajikan dalam bentuk semanggi kering celup, sambal semanggi dan kerupuk puli.

"Dan selanjutnya ada paket siap saji yang memakai pencok (tempat makan dari daun pisang), harganya antara Rp 8.000 sampai Rp 10 ribu," imbuh Aminah.

Selain berjualan semanggi secara online, Aminah juga berjualan membuka lapaknya pada hari Minggu saat Car Free Day di Taman Bungkul Surabaya.

"Omzet sehari berjualan di taman Bungkul bisa mencapai Rp 1 juta. Kalau secara online, seminggu bisa mendapatkan minimal order sampai 3 kali berarti Omset saya Rp 3  juta sampai Rp 5 juta per minggu" lanjutnya. (Dian/Ndw)
Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2314699/kisah-sukses-aminah-si-penjual-pecel-online-yang-bisa-beli-bmw
Abu Nawas Gagal dihukum karena bunuh ayam

Abu Nawas Gagal dihukum karena bunuh ayam

Banyak kisah mengenai Abu Nawas yang sudah terkenal karena kecerdikan dan tingkah koyolnya, salah satu nya cerita Abu Nawas berikut ini yang menurut aku sangat Inspiratif banget dan lumayan bikin muka asem kita jadi ketawa, hehe….

Dikisahkan bahwa Abu Nawas lolos dari konspirasi sang Raja zalim yang menginginkannya mati. Raja tidak berani membunuh Abu Nawas karena ia melihat Abu Nawas begitu cerdik membunuh seekor ayam. Koq bisa?

Suatu pagi Abu Nawas diapnggil ke istana untuk mengahadap Raja. Ia dituduh telah menipu salah satu prajurit istana. Abu Nawas dituduh telah meletakan sebilah pisau didalam belanjaan prajurit. Atas peristiwa itu, Abu Nawas akan dijatuhi hukuman dari sang Raja karena dianggap membahayakan keselamatan sang Raja yang memang di kenal zalim itu.

Setibanya di istana, Abu Nawas terkejut, Raja telah menyiapkan semuanya, termasuk mengumpulkan seluruh penduduk negeri itu untuk menyaksikan prosesi hukuman kepada Abu Nawas. Raja punya rencnana sendiri untuk menghukum Abu Nawas, yakni akan mempermalukan Abu Nawas di depan khalayak ramai. Apa yang akan dilakukan Raja, sudah dirancang jauh-jauh hari, sebab Raja tahu Abu Nawas bukan orang yang mudah di taklukan.

“Abu Nawas, apakah kamu,sudah siap untuk ku hukum,” kata Raja dengan suara congkaknya.
“ Ayo, siapa takut,” jawab Abu Nawas dengan nada menantang

Sontak pertanyaan itu membuat rakyat melihat geleng-geleng kepala. Mereka tak habis pikir dengan ucapan Abu Nawas yang seolah menantang kematian.

Lalu Raja menyuruh prajurit mengambil barang yang sudah dipersiapkan untuk menghabisi nyawa Abu Nawas. Seketika itu juga Abu Nawas dan rakyat terkejut saat melihat benda yang diberikan Raja kepadanya. Bukan senapan atau senjata tajam apapun, melainkan seekor anak ayam.

Tentu saja hal itu membuat semua yang hadir bertanya-tanya, mereka bingung dengan keinginan Raja.
“Abu Nawas sekarang kau bunuh anak ayam itu,” tukas Raja
“ Kenapa anak ayam yang tidak berdosa ini harus saya bunuh, ia tak berdosa, “ tanya Abu Nawas
“ Jangankan anak ayam itu, kau pun hari ini akan kubunuh, aku akan membunuhmu sendiri dengan cara yang sama dengan caramu membunuh anak ayam itu,” kata Raja

Mendengar itu Abu Nawas terkejut akan rencana Raja. Sejenak Abu Nawas berpikir, seandainya ia mencekik anak ayam itu hingga mati, maka ia pun akan dicekik pula hingga mati. Begitu pula jika ia tebas leher anak ayam itu dengan pedang, maka ia terancam mati dengan cara dipedang pula. Lantas bagamana caraku membunuh anak ayam ini dengan cara yang mustahil tidak bisa ditiru sang Raja, katanya dalam hati.
Setelah beberapa saat berpikir Abu Nawas mengambil anak ayam itu. Tanpa diduga-duga Abu Nawas meniup bagian pantat anak ayam itu hingga kembung dan akhirnya mati.

Melihat kekonyolan itu, tiba-tiba terdengar suara penonton yang tertawa terbahak-bahak. Tak ketinggalan para prajurit keRajaanpun tertawa terpingkal-pingkal dengan tingkah kocak Abu Nawas. Suasana tegang bisa mencair. Mereka tak sanggup membayangkan Raja akan membunuh Abu Nawas dengan cara yang sama dengan cara Abu Nawas membunuh anak ayam itu.

Raja sendiri yang melihat tingkah Abu Nawas hanya terdiam malu. Lagi-lagi rakyatnya sendiri telah mengetahui tingkat kecerdasannya yang kalah dibanding Abu Nawas. Akhirnya Raja mengurungkan hukuman untuk Abu Nawas, bahkan Raja menyebut Abu Nawas tidak bersalah. Untuk kesekian kali Raja gagal menghukum Abu Nawas yang dikenal memiliki akan cerdik itu.

* http://oetoppie.blogspot.co.id/2010/06/abu-nawas-gagal-dihukum-karena-bunuh.html

Infaq Menjadikan Anda kaya?


” Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:261)

Walaupun tujuan satu-satunya adalah mengharap ridha Allah, namun Allah juga menegaskan keuntungan lain bagi orang-orang yang berinfaq, baik itu keuntungan spiritual maupun materi.  Keuntungan spiritual adalah ketenangan hati dan pahala yang dijanjikan Allah di sisi-Nya kelak.
Allah SWT berfirman: “Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri” (QS. al-Baqarah: 272). Dalam ayat di atas, Allah SWT menjanjikan balasan orang yang berinfaq di jalan-Nya akan diberi 700 kali lipat.

Balasan 700 kali lipat tidak hanya sebatas keuntungan ukhrawi, tapi juga berimplikasi pada keuntungan duniawi. Dalam ayat-ayat yang lain, Allah SWT menegaskan akan menambah rezeki dan karunia bagi orang-orang yang berinfaq di jalan Allah. “… dan barang apa yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantikan harta yang dishadaqahkan, memberkahinya dan
menambahkan karunia-Nya”. (Saba’34:39). “Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.”[64:17]

Rasulullah SAW bersabda, “Hai anak cucu Adam, berinfak-lah kalian, maka Aku akan memberi ganti kepadamu” (HR Bukhari-Muslim).

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menginfakkan satu infak yang baik di jalan Allah SWT (jihad) maka akan dilipatgandakan menjadi tujuh ratus kali lipat. Barangsiapa berinfak untuk menghidupi diri dan keluarganya, atau mengunjungi orang sakit, atau bersabar atas celaan, maka setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang semisal dengannya, shaum adalah sebuah tameng jika ia tidak merusaknya, barangsiapa yang Allah SWT berikan ujian pada anggota tubuhnya, maka baginya pengampunan dosa dari Allah SWT.” (HR. An-Nasa’i)

Ibnu Katsir –rahimahullah- ketika menafsirkan surah al-Baqarah ayat 261, ia berkata, “Ayat ini memberikan isyarat kepada orang-orang mukmin bahwa amal shalih akan dipelihara (dikembangbiakkan) oleh Allah SWT untuk pemiliknya, sebagaimana seseorang yang menanam satu bulir benih di tanah yang baik lagi subur. Dan telah sampai kepada kita sunnah yang menjelaskan bahwa satu kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT ganjarannya hingga tujuh ratus kali lipat.”

Dahulu kala ada seorang Imam yang bernama Hasan Basri. Suatu hari ia kedatangan enam orang tamu. Namun sayangnya ia hanya mempunyai sebuah roti untuk disuguhkan. Tentu saja tak mungkin membagi sebuah roti itu untuk keenam tamunya. Tidak mau pusing, sang imam lantas memerintahkan pembantunya untuk menyedekahkan roti itu pada tetangganya yang lebih membutuhkan. Tak lama kemudian datanglah seorang tamu lagi sambil membawa dua buah roti untuk Hasan Basri, tapi ditolaknya!

“Roti ini pasti salah alamat, ini bukan untukku.” Jawab imam singkat, membuat tamu yang membawa roti tadi bingung dan pulang. Pembantu sang imam lantas bertanya, mengapa ia yakin sekali roti itu bukan untuknya.

“Karena kalau roti itu memang untukku, jumlahnya pasti sepuluh, bukan dua!” jawabnya lagi dengan tenang. Di tengah keheranan si pembantu, tamu yang membawa roti tadi kembali, kali ini telah menambahkan roti hadiahnya menjadi sepuluh buah. Rupanya sebelum pulang tadi, ia sempat
mengetahui kalau sang imam sedang kedatangan tamu.

“Nah, ini benar untukku,” terima imam dengan senang hati. Maka kesepuluh roti tadi dibagikan kepada keenam tamunya, pembantunya, seorang anaknya, dan dua sisanya disimpan.

Dari kisah tersebut Allah telah menunjukkan betapa maha kayanya Dia. Allah pasti akan memberikan balasan setimpal atas perbuatan baik kita. Bahkan ustad Yusuf yakin benar kalau dalam waktu tujuh hari kita akan merasakan ‘hasil’ dari sedekah kita.

Ustadz Yusuf Mansyur, pernah menceritakan seorang temannya yang bernama Mubalighun. Suatu ketika ia ditimpa masalah berat. Karena selalu berhutang dan dikejar debt collector, istrinya tidak tahan dan minta cerai. Nah, pada suatu malam senin, dia merasa dunia akan kiamat baginya, karena pada keesokan harinya rumahnya akan disita, istrinya menunggu di pengadilan agama, dan anak sulungnya akan dikeluarkan dari sekolah akibat terlalu lama menunggak bayaran.

“Pokoknya Mubalighun depresi berat dan bahkan berniat bunuh diri malam itu juga,” paparnya.

Untungnya dia cepat beristighfar akan niat buruknya itu.

Semalaman dia merenung dan teringat masih punya simpanan sekitar tiga ratus ribu rupiah. Mengingat janji Allah di surat Al An’aam itu, malam itu juga ia bagikan uang itu pada fakir miskin.

Masya Allah, esok paginya tanpa disangka ia kedatangan teman lamanya yang menawarkan pekerjaan, bahkan menyediakan dana awal sampai 25 juta rupiah. Dana yang lebih dari cukup untuk melunasi hutang-hutangnya dan menyelamatkan rumahnya dari sitaan. Tak disangkanya lagi, sepulangnya dari bank untuk menerima uang itu, tiba-tiba istrinya sudah ada di rumah bersama anak bungsunya.

Singkat cerita hari itu juga permasalahan Mubalighun selesai. Rumah tetap dimiliki, istri tak jadi menuntut cerai, dan anak sulungnya bisa tetap bersekolah. Padahal hanya 300 ribu rupiah yang disedekahkan Mubalighun, tapi lihatlah hasilnya, malah tak sampai tujuh hari.

Ada juga kisah seorang tukang bubur yang mengorbankan uangnya untuk biaya pengobatan orang tuanya. Apa yang terjadi? Begitu angka tabungannya di sebuah bank mencapai lima juta rupiah, ia mendapat hadiah sebuah mobil Mercy. “Begitu banyak keajaiban yang terjadi gara-gara sedekah. Makanya sekarang jangan ragu sedekah. Jangan mikir uang tinggal sedikit, sedekahin saja. Justru semakin berat kita menyerahkan sejumlah uang untuk sedekah, Insya Allah balasan Allah semakin dasyat!”
(www.wisatahati.multiply.com)

Infaq adalah Investasi Abadi

Infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/ penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam. Jika zakat ada nasabnya, infaq tidak mengenal nasab. Jika zakat harus
diberikan pada mustahik tertentu (8 asnaf) maka infaq boleh diberikan kepada siapaun juga, misalnya untuk kedua orang tua, anak yatim, dan sebagainya (QS al-Baqarah [2]: 215).

Firman Allah, “Orang-orang yang menfkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS al-baqarah [2]: 24). Ayat di atas mengindikasikan bahwa orang-orang yang berinfaq tidak perlu khawatir dan bersedih hati, karena harta yang diinfaqkan akan menjadi investasi bagi dirinya di akherat kelak.

Saudaraku, hakekatnya harta hanya titipan Allah Yang Mahakaya. Dalam suatu waktu, suka atau tidak suka harta itu akan direnggutnya kembali. Dia hanya hendak menguji manusia, apakah amanah atau tidak?  Kalau amanah, dalam arti harta itu digunakan di jalan-Nya, maka sungguh amat beruntung manusia demikian itu.

Sumber : http://ahaddhuhapeduli.blogspot.co.id/2012/09/infaq-menjadikan-anda-kaya.html
Kulit Kedelai & Sepenggal Pelajaran Syukur

Kulit Kedelai & Sepenggal Pelajaran Syukur

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (TQS. Ibrahim: 7)
Alkisah ada seorang Fakir Miskin melewati jalan Madinah.
Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging. Maka diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan daging.
Kemudian dia pulang ke rumahnya dengan hati yang dongkol.
Sesampainya di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus.
Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela.
Dia sangat bosan dengan kedelai. Dia bilang kepada istrinya “Bagaimana hidup kita ini? Orang-orang makan daging sedangkan kita masih makan kedelai..”
Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah terkejutnya ia, lantaran melihat seorang Lelaki Tua duduk di bawah jendela rumahnya sambil memungut kulit-kulit kedelai yang tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam:

الحمدلله الذي رزقني من غير حول مني ولا قوة

“Segala Puji bagi Allah yang telah memberiku Rezeki tanpa harus mengeluarkan Tenaga.”
Mendengar Ucapan Lelaki Tua itu, dia menitikkan Air Mata, seraya bergumam:

رضيت يا رب

“Sejak Detik ini, aku Rela dengan apapun yang Engkau berikan, ya Allah..”
Rejeki itu yang penting Mengalir,,
Besar Kecil yang penting ada Alirannya..
Jangan harap mengalir seperti banjir,,
Kalau tak bisa berenang bisa tenggelam..

ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ#
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ.

Sampai kapan engkau Sibuk dngn Kelezatan,
Sedangkan engkau akan di tanya tentang semua yang kau lakukan.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu pernah berkata:

ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ

“Barang Siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke perutnya, maka nilai seseorang itu tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya.”
Semoga menjadi Asbab Hidayah untuk kita sekluarga selalu menjalani hidup dengan penuh syukur dan qona’ah….

* http://pijar.net/kulit-kedelai-sepenggal-pelajaran-syukur/

Kisah Sukses Pengusaha Muda dengan Bisnis Modal Kecil, Sangat Inspiratif !!!

Peluang usaha ~ Kesuksesan bisa di raih oleh siapa saja, bukan hanya laki - laki, perempuan juga memiliki kesempatan yang sama untuk meraih keberhasilan. Bukan hanya para orangtua yang katanya lebih berpengalaman orang muda juga berkesempatan untuk sukses lebih dini seperti yang terjadi pada rekan kita Ahmad Anggoro.
Kisah Sukses Pengusaha Muda dengan Bisnis Modal Kecil,
image inforitel.com
Ahmad Anggoro, kini berusia sekitar 25 tahun. Pemuda yang lahir pada tanggal 9 september 1991 silam, ternyata mampu meraih kesuksesan lebih cepat di bandingkan kebanyakan orang lain. Di usianya yang masih terbilang muda, pria kelahiran Kediri ini mampu menjadi pengusaha sukses dengan omzet ratusan juta rupiah perbulan dari peluang usaha clothing yang telah ia jalani sejak tahun 2010. Lalu seperti apa kisah pemuda sukses ini?

Ahmad anggoro hanyalah seorang lulusan SMK swasta yang merupakan anak sulung dari sepasang suami istri yang tidak kaya. Berasal dari keluarga yang biasa - biasa saja membuat pemuda ini nekad merantau ke Jakarta. Dengan hanya bermodalkan ijazah SMK dan uang seadanya, ia kemudian mencoba peruntungannya di kota metropolitan di Jakarta. Sesampainya di Jakarta, beliau kemudian tinggal di sebuah kontrakan kecil di Jakarta Timur.

Harapan untuk sukses di kota Jakarta memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebelum ia sukses, ia pernah bekerja sebagai buruh pabrik kayu. 2 Bulan bekerja di pabrik tersebut, beliau kemudian menjadi penjaga warnet dengan hasil bulanan sekitar Rp. 700.000,- / bulan. Dengan gaji sekecil itu tentu sangat kurang untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya di Jakarta. Ia berpikir keras, peluang usaha apakah yang sekiranya dapat ia jadikan usaha sampingan agar ia bisa sukses.

Satu fakta yang ia sadari adalah Ahmad memiliki kemampuan menggambar. Ia menyadari bahwa potensi yang di milikinya adalah dalam hal grafis atau menggambar. Dari sini timbul ide untuk menjalankan usaha clothing. Setelah melakukan survey pasar, Ahmad menyimpulkan bahwa usaha clothing atau pembuatan pakaian. Ia menyimpulkan bahwa usaha pembuatan pakaian masih memiliki potensi yang sangat besar untuk di jalankan karena banyaknya peminat terlebih para anak muda yang gemar mengoleksi kaus atau pakaian. Dari sinilah kemudian cerita suksesnya bermula.

Dengan modal 2 juta yang ia dapatkan dari hasil menabung gaji di warnetnya selama satu tahun. Ia kemudian terjun ke dunia bisnis bagian clothing. Karena ia tidak memiliki pengalaman di bidang sablon dan sebagainya, beliau berinisiatif untuk belajar secara otodidak. Dan kemudian dia berhasil memproduksi kaos dengan labelnya sendiri. Ia membeli kaos dalam jumlah besar kemudian ia membuat desain untuk kaosnya lalu mencari tukang sablon yang dapat mencetak gambar - gambar yang telah ia desain di kaosnya.
Kaos hasil kreasinya kemudian ia pasarkan kepada teman - temannya melalui lewat jejaring sosial atau selebaran. Setelah beberapa menjalankan bisnis ini, ia tak luput dari halangan dan rintangan. Tepatnya pada tahun 2010, di tahun pertamanya menjalankan bisnis kaos, ia rupanya mengalami kerugian besar karena uangnya di curi oleh salah satu sahabatnya sendiri, terlebih produk yang di hasilkan kurang laku di pasaran lantaran masih kalah dengan produk yang sudah lebih dahulu terkenal. 

Kegagalan bukan berarti berakhir. Ahmad Anggoro tahu itu, ia tetap saja berusaha dan tak kenal menyerah. Berbekal dari pengalaman, ia kemudian berinovasi untuk membuat kaos dengan desain lebih modern, simple dan mengikuti trend perkembangan jaman saat ini.

Titik terang usahanya mulai kelihatan pada tahun  2011,Produk kaos yang ia hasilkan mulai di kenal orang dan permintaan juga mulai membanjir. Dengan beragama desain dan tampilan yang moedern, kaosnya mulai laku di pasaran dan menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Dengan biaya pembuatan sebesar Rp. 30.000 - Rp. 40.000, ia menjual kasonya seharga Rp. 100.000,- dengan kata lain untuk tiap item ia dapat menghasilkan keuntungan sekitar Rp. 60 ribu hingga Rp. 70 ribu / item. Sementara penjualan kaos perbulannya dapat mencapai 60 - 70 item.
Seiring dengan kemajuan usahanya, ia mencoba berinovasi dengan menjual produk selain kaos seperti Tas, Dompet, celana dll. Kini, di usianya yang masih sangat muda, Ia telah mendapatkan omzet usaha sekitar Rp. 100.000.000,- perbulan. Tak hanya itu, secara tidak langsung pemuda asal Kediri ini telah membka lapangan kerja baru bagi 50 pekerja yang bekerja di tempat usahanya. Kini ia telah memiliki berbagai hal yang di inginkan oleh pemuda kebanyakan termasuk saya pribadi, mobil, istri, rumah pribadi dan tentunya memberangkatkan orangtuanya untuk melaksanakan ibadah haji.

RAHASIA BISNIS 

Apa yang dapat kita simpulkan dari cerita di atas?
Kesuksesan Ahmad Anggoro dapat ia raih setidaknya karena beberapa hal diantaranya adalah :

1. Pintar melihat peluang
kemampuan untuk membaca peluang merupakan karakteristik seorang pengusaha. Seorang pengusaha yang sukses pastilah memiliki kemampuan untuk membaca peluang pasar kemudian mencoba untuk memanfaatkan peluang usaha tersebut. 

2. Berani
 Dengan hanya bermodalkan uang Rp, 2 juta hasil kerja di warnet, Ia berani mencoba menjalankan bisnis dengan resiko ia harus kehilangan uang tabungannya selama setahun.

3. Membaca diri
Anda harus tahu apa potensi anda. Kita tentu memiliki kekurangan, namun di sisi lain kita juga memiliki kelebihan, bakat dan potensi yang dapat kita latih untuk menghasilkan kesuksesan. Sayangnya, banyak sekali pemuda yang tidak mengetahui apa bakat terpendamnya, lebih parah lagi meskipun mereka tahu, mereka tidak mau berusaha untuk memanfaatkan bakar yang ia miliki utuk menghasilkan uang.

4. Pantang menyerah
Meskipun pernah rugi besar karena tidak laku dan pencurian yang di lakukan temannya. Ternyata tidak menyurutkan langkah Ahmad Anggoro, bukannya mundur namun menjadi bahan untuk tafakur. Dari kegagalan pasti ada hikmah yang apa bila kita dapat menyikapinya dengan benar akan menjadi salah satu kekuatan yang besar.
Semoga saja kita semua di jadikan sebagai pribadi pribadi muda yang sukses, pemuda - pemuda yang kuat dan kreatif agar kita dipantaskan oleh Tuhan semesta alam menjadi seorang pemuda yang kaya dan bermanfaat, Terima kasih telah mengunjungi artikel Kisah Sukses Pengusaha Muda dengan Bisnis Modal Kecil. 

Filosofi Lima Jari Tangan

Jari merupakan suatu bagian tubuh yang berada pada tangan dan kaki baik yg kiri dan kanan, pada manusia normal jari berjumlah lima, yaitu:

1. jempol
2. jari telunjuk
3. jari tengah, yang paling panjang di antara jari tangan
4. jari manis
5. jari kelingking

ada filosofi apa dibalik lima jari tangan kita? mari kita urai satu persatu

Ibu Jari

Ibu Jari atau yang biasa kita sebut jempol merupakan simbol pemimpin atau pejabat. Ibu jari merupakan yang utama dan induk dari keempat jari lainnya. Kenapa ini identik dengan simbol pemimpin atau pejabat? Karena ibu jari biasanya identik dengan persetujuan, kebagusan, dan sifat baik. Bukankah pemimpin biasanya menjadi tokoh sentral untuk urusan setuju dan tidak setuju pada sebuah keputusan? Pimpinan juga merupakan patron, dimana apa yang biasanya dianggap baik oleh pemimpin, juga diikuti oleh rakyatnya? Coba angkat jempol untuk menyatakan rasa setuju, maka keempat  jari yang lain pasti menunduk.

Telunjuk

Jari telunjuk adalah simbol dari orang-orang kaya. Sebab budaya orang kaya biasanya menunjuk. Jika butuh apa-apa orang kaya biasanya tinggal tunjuk karena dia punya kekuatan atau harta. Bahkan dengan harta yang
dia miliki, dia bisa mengatur keputusan seorang pemimpin untuk setuju atau tidak setuju akan suatu masalah. ini bisa dilihat ketika kita menunjuk. Sekarang coba tunjuk sesuatu. Ketika sedang menunjuk, ibu jari menekan ketiga jari lainnya untuk tunduk.

Jari Tengah

Jari Tengah merupakan perlambangan seseorang yang bijak dan orang yang berilmu, jari tengah merupakan jari yang paling tinggi diantara kelima jari, akan tetapi setiap kali kita akan makan menggunakan tangan, atau mengambil suatu barang, secara anatomis jari tengan akan menarik menjadi  sejajar dengan empat jari lainnya. Itulan perlambang  kebijakan jari tengah.

Jari Manis

Ini simbol remaja. Dimana segala sesuatunya tidak lepas dari unsur “manis”. Senyum manis, wajah manis, suara manis, dan segalanya manis. Sekali lagi coba kita lihat. Pernah coba mengangkat jari manis? Bisakah
dia dengan sempurna berdiri tegak? Ternyata sulit bukan? Itulah ibarat masa remaja. Pada masa itu, para remaja merasa sudah bisa mandiri, tidak  mau diatur, maunya bebas, lepas tanpa aturan, padahal sesungguhnya dia masih memerlukan topangan dari orang tua, guru dan orang lain.

Kelingking

Ini jari terkecil dalam susunan lima jari kita. Ini adalah simbol kaum perempuan. Mohon maaf bukan bermaksud menyinggung atau merendahkan, karena ini hanyalah sekedar simbol. Kelingking ini kecil, mungil tapi “fungsional”. Justru karena kecilnya, dia bisa melakukan banyak hal yang  tidak bisa dilakukan oleh keempat jari yang lain. Biarpun kecil, kelingking ini “menangan”. Coba ingat ketika kita suit, kelingking bertemu Ibu jari maka yang menang kelingking. Itu meruakan simbol
penguasa saja bisa bertekuk dan kalah dengan wanita.

Kalau semua unsur jari ini bisa bersatu, maka pekerjaan apa yang tidak bisa dilaksanakan? Dari sekedar bersalaman, menulis, menggaruk, membelai, memijit, memukul, mengangkat sesuatu, menggenggam, melempar, semuanya jadi terasa sangat mudah bila kelima jari ini bersatu. Begitu juga dengan kita.  Jika kelima unsur diatas kita terapkan, saling mengisi dan menjaga, maka tak ada satu pekerjaan pun yang tidak
terselesaikan.

Sumber:  http://news.palcomtech.com/2011/10/filosofi-dibalik-5-jari-yang-kita-miliki

Pria Ini Tinggalkan Gaji 30 Juta dan Fasilitas Mewah demi Shalat Jamaah

Shalat jamaah (Kompasiana.com)
Pekerjaannya sudah mapan; accounting di sebuah perusahaan Jepang di Jakarta. Gajinya juga sangat menggiurkan; 30 juta per bulan. Belum lagi sejumlah fasilitas mewah yang ia terima.

Namun, semua itu tidak membuat Mifta bahagia. Ia gelisah. Sebab di perusahaan itu, ia tidak bisa shalat jamaah.

Mifta pun memilih resign. Ia tinggalkan pekerjaan mapan itu dan beralih menjadi sales motor. “Asal bisa shalat jamaah,” kata Mifta.

Tiga bulan sudah Mifta tak lagi menjadi orang kantoran. Ia kini lebih sering di luar. Kulitnya yang semula putih bersih, kini mulai kecoklatan diterpa sinar matahari dan debu jalanan. Ia yang biasanya berdasi kini ke mana-mana pakai jaket kulit. Sebab dulu ia menggunakan mobil dinas dan sekarang hanya motor kendaraannya. Dan yang benar-benar ia rasa menjadi ujian, tiga bulan ini belum berhasil menjual satu motor pun.

Hujan belum juga reda. Seperti mengerti gerimis hati Mifta sore itu. Maka di masjid tersebut, ia berlama-lama. Tak langsung pulang setelah shalat jamaah, sambil menunggu hujan reda. Meski agak galau karena kondisi finansialnya, ada seberkas damai bisa shalat berjamaah dan bermunajat padaNya. Apalagi di tengah hujan seperti ini, saat Allah mengabulkan doa-doa hambaNya.

Tak jauh dari Mifta, sepasang mata memperhatikannya. Pria paruh baya itu juga tak langsung pulang setelah shlat berjamaah.

“Kerja di mana, Mas?” kata pria itu setelah berucap salam.

“Saya nyales Pak. Dulu pernah kerja di perusahaan Jepang,” Mifta menceritakan identitasnya secara singkat.

“Di bagian apa dulu waktu di perusahaan?”

“Akuntan, Pak”

“Wah, jadi bisa mengerjakan laporan pajak juga?”

“Alhamdulillah, itu dulu pekerjaan saya Pak”

“Kebetulan kalau begitu. Saya sedang pusing karena pajak saya sedang dipermasalahkan. Bisa tidak Mas membantu merapikan laporan pajak saya?”

“Insya Allah, Pak”

Hari-hari berikutnya, kurang lebih satu pekan Mifta membantu menyelesaikan laporan pajak pria itu. Dan setelah laporan selesai, pria itu sangat puas karena pajaknya tak lagi dipermasalahkan. Ia yang tadinya terancam denda hingga miliaran rupiah, kini tak lagi bermasalah. Sebagai imbalannya, ia memberikan fee 100 juta kepada Mifta.

Menerima fee sebanyak itu, Mifta tersungkur sujud syukur. Ia tak pernah menyangka.

“Ya Allah… aku meninggalkan pekerjaan itu demi shalat jamaah. Aku sempat mengeluh dan hampir berburuk sangka kepadaMu, ternyata Engkau mengumpulkan gajiku selama tiga bulan dan memberikannya kepadaku sekarang,” air mata kesyukuran pun jatuh ke bumi. [Muchlisin BK/Kisahikmah.com]

*Diadaptasi dari kisah nyata teman Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri

Belajar Kehidupan dari Tukang Ketoprak

Belajar Kehidupan dari Tukang Ketoprak
Pulang kerja , mampir dulu beli titipan orang rumah.
Kali ini dititipin ketoprak.

Akhirnya ketemu gerobak ketoprak, kok ini gerobaknya kosong ga ada orang yang jaga.
"Pak, ini tukangnya mana Pak? " tanyaku ke tukang cukur di sebelahnya.
"Oh, lagi sholat dzuhur Pak. Dah dari tadi, bentar lagi datang" , jawabnya.

Sehubungan ini pesenan orang rumah, terpaksalah menunggu agak lama, kalo untuk diri sendiri mah sudah saya tinggal langsung.

Sedikit terlintas dalam hati, betapa banyak potensi pembeli yang akan hilang, kalo ditinggal lama begini.
Tak berapa lama datanglah tukang ketoprak tersebut,
"Beli ketoprak Pak satu". Ucapku.
Entah mengapa, tiba - tiba berubah pikiran, " dua deh Pak".

Kemudian datanglah beberapa orang yang antri ingin beli ketoprak. Entah darimana mereka, tadi saya menunggu sendiri ga ada orang lain, tiba - tiba mereka datang memesan ketoprak .
Masya Allah, tidak sedikit pedagang yang rela meninggalkan sholat demi menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang beli.

Apalagi jika pelanggan sedang ramai. Atau mungkin pegawai kantoran, rela menunda sholat bahkan meninggalkan sholat hanya karena alasan sibuk kerja, meeting dan lain sebagainya. Mereka (dan juga kita) seakan lupa kalo Allah lah yang mengatur rezeki.

Tukang ketoprak ini, dengan yakinnya meninggalkan jualannya tuk sholat, seakan ia lari meninggalkan rezekinya, sekembalinya dari sholat ternyata rezeki datang bak lebah mengerumuni bunga. Bahkan Allah pun menggerakkan hati saya sendiri untuk membeli lebih dari yang seharusnya.

Sumber : https://www.linkedin.com/pulse/rezekimu-akan-mengejarmu-seperti-maut-belajar-dari-tukang-rumapea

UNTUNG BESAR DARI BUDIDAYA LADA ATAU MERICA PERDU

Lada atau Merica dari jaman dahulu sudah dibudidayakan masyarakat kita, dan gara-gara rempah-rempah ini penjajah berusaha menguasai negeri kita.  Sampai saat ini Merica atau Lada masih sangat stabil haraganya, dan bertanam lada atau merica masih sangat menjanjikan. Banyak orang enggan menanam merica karena harus membuat tegakan atau rambatan tanaman merica, bahkan ada membuat rambatan merica yang dicor dari semen.
Dengan semakin berkembangnya teknologi dalam bidang pertanian, kini jika anda mau bertanam merica tidak perlu membuat rambatan karena sudah ada yang namanya Lada Perdu.  Lada perdu ini sebenarnya berasal dari Lada Panjat namun diberikan dengan perlakuan khusus pada waktu pembibitan sehingga tanaman tidak akan menjalar atau memanjat panjang.

Tanaman lada perdu ini lebih efisien dalam biaya produksi dan memiliki produktivitas hasil panen yang lebih besar. Hal ini disebabkan lada perdu tidak membutuhkan media rambatan atau tegakan dalam penanamannya. Lada perdu juga memiliki keunggulan dalam perawatan dan pemanenan yang lebih mudah, karena tanaman ini tumbuh layaknya tanaman jenis perdu lainnya.Disamping itu Lada perdu juga punya sisi unggul yaitu :
Bibit mudah didapat dari Stek.
Pembibitan lada perdu diperoleh dari perbanyakan secara vegetatif (setek) cabang buah tanaman lada. Bahan tanaman yang dipilih tersebut sebaiknya tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Bahan tanaman bisa diambil dari cabang utama yang memiliki 3 – 4 daun . Batang setek yang disiapkan, untuk bagian sulur panjatnya harus dibuang agar tidak kembali menjadi bibit lada panjat / rambat. Setek juga bisa diambil dari cabang tanaman yang sudah berbuah, dengan memotong pada bagian pangkal batangnya.
Pembibitan dapat dilakukan dengan menggunakan media tanam polibag, untuk memaksimalkan hasil sebaiknya digunakan kerubung atau tutup dengan menggunakan plastik. Sebelum ditanam, bagian setek pada pangkal yang sudah dipotong rata bisa direndam semalaman dengan air kelapa yang dicampur dengan air biasa dengan perbandingan 1 : 4. Perendaman dengan larutan air kelapa dengan tujuan untuk memacu pertumbuhan dari batang setek. Lama pendederan adalah 6 – 9 bulan, selama pendederan di polibag bunga atau buah yang terbentuk harus dipotong atau dibuang. Setelah lebih dari 6 bulan dan bibit dianggap sudah jadi, tutup atau kerubung plastik bisa dibuka dan bibit lada perdu siap ditanam.
Biaya penanaman dan perawatan sangat Murah
Lada perdu tidak membutuhkan rambatan atau tiang panjat dalam pertumbuhannya, karena itu petani tidak perlu menyiapkan tegakan, sehingga lebih hemat biaya tanam. Petani cukup menyiapkan lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 cm dengan jarak tanam 1,5 M antara lubang satu dan lubang lainnya. Petani bisa menggunakan pupuk kandang untuk memperkaya unsur hara tanah dalam lubang tanam sebagai tahap awal sebelum bibit lada ditanam.
Lada perdu memiliki keunggulan cepat berbuah, sehingga bisa berproduksi lebih awal dalam umur 2 tahun. Dan karena tanaman yang bersifat perdu, maka penyiraman dan perwatan lainnya pun akan lebih mudah. Bahkan beberapa petani menanam lada perdu dalam media polibag, dengan menggunakan plastik atau wadah lainnya yang berukuran besar. Dengan cara ini, tanaman lada bisa dengan mudah dipindah dan bisa dimanfaatkan sebagai tanaman pekarangan atau halaman rumah.
Pemanfaatan lahan yang lebih maksimal
Penanaman lada perdu yang tidak membutuhkan media rambatan atau tegakan. Membuat lada perdu bisa ditanam dengan jumlah yang lebih banyak pada lahan. Dengan jarak tanam 1,5 M antara tanaman satu dan lainnya, maka lahan sempit pun akan bisa dimanfaatkan dengan lebih efisien. Lada perdu bisa ditanam secara tumpang sari dengan tanaman lain, asalkan tanaman lainnya tidak menutup secara langsung cahaya matahari. Sehingga lada perdu tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
Pemanenan yang lebih mudah
Jika para petani lada mengalami kesulitan pemanenan pada tanaman lada karena harus memanjat atau menggunakan alat bantu untuk mencapai buahnya. Hal ini tidak berlaku pada proses pemanenan lada perdu, karena lada perdu tidak tumbuh tinggi, sehingga pemanenan bisa dilakukan dengan mudah. Petani budidaya lada perlu tidak lagi direpotkan dengan proses pemanenan dan tidak perlu mengeluarkan biaya panen yang besar.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, petani bisa menunda masa panen. Caranya adalah dengan membuang bunga atau buah yang terbentuk pada awal penanaman. Dengan cara ini maka tanaman akan berkembang dengan lebih maksimal. Semakin berkembangnya tanaman, maka hasil panen yang dihasilkan pun akan semakin banyak dan terus bertambah setiap tahunnya.

Dari sisi dapat dimpulkan bahwa Keuntungan dari budidaya lada perdu adalah :
  1. Bibit tanaman mudah tersedia
  2. Tidak memerlukan tiang rambatan
  3. Populasi tanaman per satuan luas lahan lebih banyak
  4. Berumur genjah (mampu berproduksi setelah usia tanam 1 tahun)
  5. Pemeliharaan dan penen lebih mudah
  6. Pemanenan tidak memerlukan tangga
  7. Tidak memerlukan pemangkasan dan pengikatan sulur
  8. Dapat ditanam sebagai tanaman sela
  9. Memiliki nilai estetika jika ditanam di pekarangan atau di dalam pot
  10. Bermanfaat bagi kegiatan penelitian, misal untuk persilangan atau hibridisasi
  11. Dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan
  12. Risiko kematian tanaman akibat cekaman kekeringan relatif lebih kecil dibandingkan penanaman secara monokultur (tanpa naungan).
  13. Mampu memberikan nilai tambah yang cukup signifikan
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sub-balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat menunjukkan bahwa lada perdu dapat menghasilkan produksi rata-rata 200 g/pohon pada umur dua tahun, dan 500 g/pohon pada umur 3 tahun.
Jika lada perdu ditanam dengan jarak tanam 1 x 2 m maka lahan seluas 1 hektar dapat ditanami sampai ±4500 pohon. Dengan jumlah tanaman sebanyak ini, jika produksi lada mencapai 900kg maka dengan harga Rp. 30.000,- /kg pemasukkan yang didapat pada dua tahun pertama adalah Rp. 27.000.000,-
Pendapatan akan meningkat pada tahun ke tiga dimana produksi dapat mencapai 2.250kg atau setara dengan pendapatan Rp. 67.500.000,-.Jika kita memiliki lahan atau dak atap rumah seluas 100m2 maka kita dapat memiliki sampai 750 polybag lada yang akan memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp. 4.500.000,-  pada tahun ke dua dan Rp. 6.750.000,- mulai tahun ke tiga.

CARA BUDIDAYA LADA
Syarat  Pertumbuhan

 Iklim
– Curah hujan 2.000-3.000 mm/th.- Cukup sinar matahari (10 jam sehari).
– Suhu udara 200C – 34 0C.
– Kelembaban udara 50% – 100% lengas nisbi dan optimal antara 60% – 80% RH.
– Terlindung dari tiupan angin yang terlalu kencang.

Jenis tanah :
- Laterit merah, Latosol coklat muda sampai coklat tua.
– Tanah lempung yang mengandung pasir 20 – 45 % (clay loam).
– Tanah lempung merah mengandung pasir

Media Tanam
– Subur dan kaya bahan organic
– Tidak tergenang atau terlalu kering
– pH tanah 5,5-7,0
– Warna tanah merah sampai merah kuning seperti Podsolik, Lateritic, Latosol dan Utisol.
– Kandungan humus tanah sedalam 1-2,5 m.
– Kelerengan/kemiringan lahan maksimal ± 300.
– Ketinggian tempat 300-1.100 m dpl.

Pedoman Teknis Budidaya
Pembibitan
– Terjamin kemurnian jenis bibitnya
– Berasal dari pohon induk yang sehat
– Bebas dari hama dan penyakit
– Berasal dari kebun induk produksi yang sudah berumur 10 bulan-3 tahun (Kebutuhan bibit ± 2.000 bibit tanaman perhektar)
Pengolahan Media Tanam
a.     Cangkul 1, pembalikan tanah sedalam 20-30 cm.
b. Taburkan kapur pertanian dan diamkan 3-4 minggu.
Dosis kapur pertanian :
– Pasir dan Lempung berpasir: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 0,9 ton/ha.
– Lempung: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 1,7 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 0,9 ton/ha.
– Lempung Berdebu: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 2,6 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 3,2 ton/ha.
– Lempung Liat: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 3,4 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 4,2 ton/ha.
c. Cangkul 2, haluskan dan ratakan tanah
Teknik Penanaman
– Sistem penanaman adalah monokultur (jarak tanam 2m x 2m).Tetapi juga
bisa ditanam dengan tanaman lain.
– Lubang tanam dibuat limas ukuran atas 40 cm x 35 cm, bawah 40 cm x  15 cm dan kedalaman 50 cm.
– Biarkan lubang tanam 10-15 hari barulah bibit ditanam.
– Waktu penanaman sebaiknya musim penghujan atau peralihan dari musim kemarau kemusim hujan, pukul 6.30 pagi atau 16.30-18.00 sore.
– Cara penanaman : menghadapkan bagian yang ditumbuhi akar lekat kebawah, sedangkan bagian belakang (yang tidak ditumbuhi akar lekat) menghadap keatas.
– Taburkan pupuk kandang 0,75-100 gram/tanaman yang sudah dicampur Pupuk Organik.
– Tutup lubang tanam dengan tanah galian bagian atas yang sudah  dicampur pupuk dasar :
– NPK 20 gram/tanaman
– Untuk tanah kurang subur ditambahkan 10 gram urea, 7 gram SP 36 dan 5 gram KCl per tanaman.
– Segera setelah ditutup, disiram Pupuk Organik :
– Alternatif 1 : 0,5 sendok makan/ 5 lt air per tanaman.
– Alternatif 2 : 1 botol Pupuk Organik diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 20 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
– Pemberian Pupuk Organik  selanjutnya dapat diberikan setiap 3 – 4 bulan sekali.
Pemeliharaan Tanaman
2.4.1.Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan setiap 2-3 bulan sekali. Pembubunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan.
2.4.2.  Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada:
Batang, dahan, ranting yang tidak produktif, atau terserang hama dan penyakit. Pucuk/batang, karena tidak memiliki dahan yang produktif.Batang yang sudah tua agar meremajakan tanaman menjadi muda kembali.
2.4.3. Pemupukan Susulan
Penyemprotan POC (4-5 tutup) atau POC (3- 4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per tangki setiap 3 – 4 minggu sekali.
Pupuk makro diberikan sebagai berikut :
Umur
(bln)
Pupuk makro (gram/pohon)
Urea SP 36 KCl
3-4 35 15 20
4-5 35 20 25
5-6 35 25 30
6-17 35 30 35
2.4.4. Pengairan dan Penyiraman
Pada musim kemarau penyiraman sehari sekali di sore hari. Pada musim hujan tidak boleh tergenang.
2.4.5. Pemberian Mulsa
Usia 3-5 bulan, beri mulsa alami berupa dedaunan tanaman tahunan ataupun alang-alang.
2.4.6. Penggunaan Anjang – Anjang
Sebaiknya gunakan anjang2 mati dari bahan kayu. Pangkal Anjang2 diruncingkan, bagian ujung dibuat cabang untuk menempatkan batang lada yang panjangnya telah melebihi tinggi Anjang2.     Panjang Anjang   1 – 1,5 m.

Hama dan Penyakit

Hama
a.  Hama Penggerek Batang (Laphobaris Piperis)
Ciri: berwarna hitam, ukuran 3-5 mm. Serangga dewasa lebih suka menyerang bunga, pucuk daun dan cabang-cabang muda. Akibat lain bila Nimfanya (serangga muda) berupa ulat akan menggerek batang dan cabang tanaman. Pengendalian: memotong cabang batang; penyemprotan PESTISIDA.

Hama bunga
Ciri: Serangga dewasa berwarna hitam, sayap seperti jala, terdapat tonjolan pada punggungnya, ukuran panjang tubuh 4,5 mm dan lebar 3 mm. Gejala: serangga dewasa/nimfanya menyerang bunga berakibat bunga rusak dan menimbulkan kegagalan pembuahan, siklus hidupnya sekitar 1 bulan. Pengendalian: penyemprotan PESTISIDA, serta dapat juga dilakukan pemotongan pada tandan bunga.

Hama buah
Ciri: serangga berwarna hijau kecoklatan, nimfanya tidak bersayap, berwarna bening dan empat kali ganti kulit. Serangga dewasa atau nimfanya menyerang buah sehingga isi buah kosong. Telurnya biasa diletakkan pada permukaan daun atau pada tandan buah, siklus hidupnya sekitar 6 bulan. Pengendalian: musnahkan telur dipermukaan daun, cabang, dan yang ada pada tandan buah. Gunakan PESTONA.

Penyakit
a.     Penyakit busuk pangkal batang (BPP)
Penyebab: jamur Phytopthora Palmivora Var Piperis. Gejala: awal serangan sulit diketahui. Bagian yang mulai terserang pada pangkal batang memperlihatkan garis-garis coklat kehitaman dibawah kulit batang. Daun berubah warna menjadi layu (berwarna kuning). Pencegahan : penanaman jenis lada tahan penyakit BPB. Pemberian Natural Glio sebelum dan sesudah tanam.
b.     Penyakit kuning
Penyebab: tidak terpenuhinya berbagai persyaratan agronomis serta serangan cacing halus (Nematoda) Radhophalus similis yang mungkin berasosiasi dengan nematoda lain seperti Heterodera SP, M incognita dan Rotylenchus Similis. Gejala: menyerang akar tanaman lada, ditandai menguningnya daun lada, akar rambut mati, membusuk dan berwarna hitam. Cepat lambatnya gejala daun menguning tergantung berat ringannya infeksi dan kesuburan tanaman. Pengendalian: Pemberian pupuk kandang, pengapuran, pemupukan tepat dan seimbang, pemberian Natural Glio sebelum dan sesudah tanam.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

Panen
Ciri dan Umur Panen
Panen pertama umur tiga tahun atau kurang. Ciri-ciri: tangkainya berubah agak kuning dan sudah ada buah yang masak (berwarna kuning atau merah).
Cara Panen
Pemetikan dari buah bagian bawah hingga buah bagian atas, dengan mematahkan persendian tangkai buah yang ada diketiak dahan.
 Periode Panen
Periode panen sesuai iklim setempat, jenis lada yang ditanam dan intensitas pemeliharaan

Sumber : http://infotanam.blogspot.co.id/2015/01/untung-besar-dari-budidaya-lada-atau.html
Back To Top