Selalu ada harapan bagi yang mau usaha Senantiasa terus berusaha dan berdoa

Kisah Wanita Kesurupan Minta Kopi Hitam di KRL

Kisah Wanita Kesurupan Minta Kopi Hitam di KRL

Peristiwa perempuan meminta kopi hitam di commuter line sempat ramai di media sosial. Ini bermula dari video yang diunggah Nereus Rio Hermawan. Di video itu ada perempuan yang berteriak-teriak dan dipegangi penumpang lain.
kumparan (kumparan.com) pada Senin (10/7) berhasil mengontak Rio dan mewawancarai soal peristiwa yang terjadi pada Sabtu (8/7) itu.
Rio menuturkan, awalnya dia naik dari Stasiun Daru, Tangerang, hendak ke Stasiun Pondok Ranji, Tangsel, bersama kedua orangtuanya. Saat itu jam menunjukkan pukul 19.33 WIB.
"Naik KRL commuter line saya nyari tempat duduk buat kedua orangtua saya di bangku prioritas lalu saya berdiri di dekat pintu dan enggak lama kereta jalan mau dekat ke arah Stasiun Cilejit, ada yang teriak-teriak. Kirain anak kecil nangis. Habis lewat Stasiun Cilejit teriakan makin kenceng, saya tengok lagi, tenyata itu cewek muda yang lagi kerasukan," beber Rio.







Kereta commuter line
Kereta commuter line (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Menurut Rio, saat itu dia refleks mengambil video dengan HP. Ada beberapa kali dia mengambil video.
"Total saya fokus videoin cuma kurang dari 1 menit. Karena makin lama makin kasihan. Akhirnya saya enggak lanjutin videoinnya. Saya fokus bantuin si cewek itu saja sama beberapa penumpang lainnya," bebernya.
Informasi yang dia dapat dari penumpang lain, perempuan itu sejak naik dari Stasiun Tigaraksa sudah berteriak-teriak.
"Enggak lama penumpang menginterogasi perempuan itu, menanyakan dari mana dan kenapa dia ngerasukin perempuan itu. Katanya dia, dari stasiun. Dia muncul karena ada salah satu oknum petugas kereta yang entah katanya kurang sopan ngomongnya atau kelakuannya di tempat asal si demit yang enggak jauh dari daerah stasiun. Dia enggak suka. Jadi mau ngebilangin ke semuanya, makanya dia ngerasukin si cewek," beber Rio.
Percaya enggak percaya, penumpang lain pun hanya memegangi perempuan itu. Saat itu kondisi kereta semakin penuh.
"Posisi satpam pada jauh di ujung gerbong kereta. Si demit katanya enggak mau keluar, kecuali dikasih kopi hitam pahit. Akhirnya sama salah satu penumpang yang "bisa" juga ngeluarin roh (yang ada di video juga) dibikin perjanjian, kalau sudah dikasih kopi dia harus keluar. Di Stasiun Parung Panjang, saya manggil petugas-petugas kereta yang di luar. Enggak lama petugas yang di dalam kereta juga datang," beber dia.
Tapi mulai dari Stasiun Parung Panjang sampai Cisauk, tak ada petugas yang menyiapkan kopi hitam. Si perempuan yang diduga kerasukan sudah meronta-ronta dan berteriak.
"Sampai saya kena omelan dan ditunjuk dan bilang ke saya jangan divideoin, disuruh hapus atau dia bakal nyari yang ngerekam video," urai Rio.
Selama perjalanan itu petugas commuter line pun tak bisa berbuat banyak, sampai akhirnya masuk ke Stasiun Serpong, dan sudah sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya perempuan yang mengaku kerasukan itu dipaksa keluar commuter line dengan digotong petugas. Beberapa penumpang juga ikut, serta keluarga perempuan itu.
"Itu pas digotong ngamuknya juga sudah parah banget. Berontak mulu. Akhirnya saya cuma bisa bantu bukain jalan buat yang lain biar bisa digotong keluar tanpa ngelukain si cewek. Dan di Stasiun Serpong akhirnya dibawa langsung ke ruangan," tutur Rio.

Di Stasiun Serpong itu Rio tak tahu lagi kabarnya karena memang harus pergi bersama orangtuanya. Dia hanya berharap perempuan itu bisa segera baik kondisinya.
Sumber : https://kumparan.com/indra-subagja/kisah-lengkap-tragedi-perempuan-meminta-kopi-hitam-di-commuter-line 


Gadis Manado Ini Rela Jadi Kuli dan Supir Angkot Demi Gelar Sarjana

Gadis Manado Ini Rela Jadi Kuli dan Supir Angkot Demi Gelar Sarjana


Gadis Manado Ini Jadi Supir Angkot, Dan Jadi Kuli Demi Gelar Sarjana
FRONTROLL.COM,- Meski terlalu besar dan tinggi, mimpi harus tetap terus dikejar. Ada banyak orang yang jatuh-bangun mengejar mimpi-mimpinya. Namun, berkat kerja keras, kesabaran, dan juga kegigihan, mereka akhirnya dapat sukses dan mewujudkan mimpinya itu.

Seperti yang dialami mahasiswi tangguh asal Manado, Sulawesi Utara ini. Namanya Brenda Trivena Grace Salea. Kehidupan yang sulit membuatnya harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya. Meski berparas cantik, Brenda tak pernah gengsi untuk menerima pekerjaan apa saja. Termasuk menjadi supir angkot.

Tahun 2016 lalu, dilansir dari salah satu media nasional, dia berkuliah di Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK)-Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Manado, semester 7. Anak kedua dari tiga bersaudara ini dikenal supel dan pintar di kampusnya.

Namun, di kampung halamannya, Likupang, Minahasa Utara, Brenda justru dikenal sebagai sosok yang lain. Ternyata, Brenda merupakan supir angkot jurusan Likupang-Tatelu. Karena parasnya yang cantik dan tubuhnya yang semampai, banyak mahasiswa di kampusnya yang tak perncaya kalau Brenda rela menjadi supir angkot demi membayar uang kuliah.

Perekonomian keluarga Brenda memang tak baik. Karena itulah, Brenda ingin membantu meringankan beban kedua orangtuanya. Brenda yang saat itu masih berusia 21 tahun, ternyata juga memiliki pekerjaan sampingan lain yang tak kalah berat dari menarik angkot.

Salah satunya bekerja dengan mengangkat karton-karton berisi air mineral untuk dipasok ke warung-warung sekitar tempat tinggalnya. Ya, Brenda ini ternyata bukan cuma pintar dan cantik, tapi juga punya tenaga yang luar biasa. Soalnya, selain memasok air mineral, dia juga ternyata pernah menjadi kuli bangunan.

Ternyata, pekerjaan ini tak berat buatnya. Soalnya, sejak duduk di kelas 4 SD, dia sudah turun ke jalanan untuk menjual ikan. Ketika dia duduk di bangku SMP, dia pun berjualan pisang untuk membantu perekonomian keluarganya. Sang ayah, sejak dia kecil, juga merupakan seorang supir angkot.

Meskipun begitu, Brenda tak pernah merasa malu dengan pekerjaannya yang banyak orang bilang merupakan pekerjaan kasar. Apa lagi, pekerjaan sebagai kuli dan pemasok biasanya dikerjakan para pria. Namun, dengan segenap semangat dan perjuangan untuk meraih gelar sarjana, Brenda melakukan itu semua. 
 
Sumber  : http://www.frontroll.com/new/read-24235-gadis-manado-ini-jadi-supir-angkot-dan-jadi-kuli-demi-gelar-sarjana.html
Alhamdulillah Kondisi Ibu dan Bayi Lahir di Tol Cipali Sehat

Alhamdulillah Kondisi Ibu dan Bayi Lahir di Tol Cipali Sehat

Cirebontrust.com – Alhamdulillah, kondisi ibu dan bayi yang lahir di pinggir jalan tol Cipali, kondisinya sehat dan saat ini dalam perawatan di salah satu rumah sakit, Minggu (02/07).
Ibu dan bayi saat ini dalam perawatan Rumah Sakit Siloam Purwakarta, kondisi ibu dan bayi perempuan dalam keadaan sehat. Diketahui Ibu dari sang bayi perempuan itu adalah, Sukiati (43) warga Desa Tulis Selo Piro RT 03 RW 03, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (CT)

www.cirebontrust.com/video-alhamdulillah-kondisi-ibu-dan-bayi-lahir-di-tol-cipali-sehat.html

Astaghfirullah! Kejamnya, Kalimat Terakhir Anak yang Titipkan Ibu ini ke Panti Jompo Sungguh Menyakitkan

Ibu di Panti Jompo ini tak pernah sekali pun dijenguk anaknya| sinarharian

GRID.ID - Tak kurang petuah dan lagu yang diciptakan untuk mengingatkan bahwa Ibu kita adalah segala-galanya.
Kesabaran dan keikhlasan seorang ibu membesarkan anak di dunia, seolah tak pernah bisa terbalaskan.
Tapi sebuah kisah viral yang terjadi di Panti Jompo ini membuat banyak publik menangis membacanya.
Adalah Muji Sulaiman, petugas penjaga Panti Jompo Al Ikhlas di Pulau Meranti, Malaysia, yang menceritakan kisah ini.
Ia mendengar dengan telinga sendiri, sejumlah perilaku anak durhaka yang menitipkan anaknya ke Panti Jompo tersebut.
Yang paling membuatnya bersedih, terjadi pada 12 tahun lalu.   
Menurut Muji, seorang anak ketika itu datang membawa ibunya.
Kalimat terakhir yang diucapkan sang anak kepada ibu itu, singkat saja.
Tapi, begitu menyakitkan.
Bahkan, Muji yang kaget mendengarnya, sampai-sampai ingin menghardik pria itu.
Apa yang disampaikan anak itu kepada Ibunya?
"Gara-gara aku menjaga kamu, kedaiku terbakar," ujar Muji mengatakan ulang kalimat dari pria tersebut.
Muji mengaku tak bisa mkelupakan kenangan itu.
"Memang saya tak bisa lupakan kata-kata itu sebab anak dia bicara begitu tepat di depan saya, dia seolah-olah menyalahkan ibunya setelah tokonya kebakaran,"
"Alasannya, tokonya itu terbakar gara-gara dia menjaga ibunya," ujar Muji.
Muji mengatakan, ia sampai-sampai menegur pria itu.
Muji menceritakan kisah ini karena ia bersedih dengan kondisi 2 penghuni Panti Jompo di tempatnya.
Menurutnya, sejak dititipkan, dua wanita penghuni Panti Jompo, tak pernah sekali pun dijenguk oleh anak mereka.
Bahkan, ketika Idul Fitri sekali pun… (*)
Back To Top