Selalu ada harapan bagi yang mau usaha Senantiasa terus berusaha dan berdoa

Subhanallah, Nenek Penjual Bubur Ini Naik Haji dari menabung 10 ribu tiap hari

Subhanallah, Nenek Penjual Bubur Ini Naik Haji dari menabung 10 ribu tiap hari


Tetangga Kaget, Mak Ti Pedagang Bubur dari Gresik Ini Ternyata Naik Haji
sugiyono
NAIK HAJI - Mak Ti didampingi putranya menunjukkan bubur yang dijual di Pasar Cerme, Gresik, Senin (22/8/2016). Keuntungannya ditabung Rp 10.000 setiap hari.
SURYA.co.id | GRESIK - Nawati (60), warga desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Gresik akan naik haji besok hasil dari menjual bubur dan menabung Rp 10.000 setiap hari.

Nenek satu cucu ini dijadwalkan berangkat ke tanah suci Makkah pada kloter 39 yang berangkat Rabu (24/8/2016).

Nawati sehari-hari hanya berjualan bubur di Pasar Cerme. Selama lebih dari 45 tahun dia menjual bubur. Niatnya menunaikan ibadah haji akhirnya terkabul setelah tekun menabung selama 10 tahun dari menyisihkan penghasilan menjual bubur.

“Dulu, kalau tidak habis, dijual keliling kampung. Sekarang menetap berjualan di Pasar Cerme sampai habis,” kata Nawati didampingi putranya, Senin (22/8/2016).

Usaha berjualan bubur tersebut sudah dijalani sejak usia 15 tahun.

Sampai saat ini usianya sudah 60 tahun sehingga selama 45 tahun Nawati berjualan bubur.
“Kalau ada lebih ya ditabung. Kalau tidak ada ya tidak menabung. Besoknya, kalau ada lebih menabung lagi. Hampir 10 tahun ini terus menabung. Setiap hari hanya Rp 10.000,” kata Nawati yang akrap disapa Mak Ti.

“Semangat, setiap hari harus berangkat berjulan bubur,” katanya sambil menunjukan bubur yang siap dijual.
Keberangkatan Mak Ti ke tanah suci tidak diduga oleh tetangga. Namun, kini mereka bangga dan ingin meniru kegigihannya dalam menabung dan kerja keras untuk menggapai cita-citanya.

“Warga sangat bangga terhadap perjuangan Mak Ti untuk ke tanah suci. Semoga ini menjadi penyemangat bagi masyarakat bahwa yang punya uang banyak belum tentu punya niat ke tanah suci tapi yang mempunyai niat dan berusaha pasti akan dikabulkan Allah. Semoha Mak Ti berangkat dan pulang dari tanah suci dalam kondisi sehat wal afiat,” kata Muhamad Najik, tetangga Mak Ti.

Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2016/08/22/tetangga-kaget-mak-ti-pedagang-bubur-dari-gresik-ini-ternyata-naik-haji?utm_source=RD&utm_medium=inart&utm_campaign=khiprd
Nenek 90 Tahun dari Sidomulyo Berangkat Haji dari Hasil Jual Daun Pisang

Nenek 90 Tahun dari Sidomulyo Berangkat Haji dari Hasil Jual Daun Pisang


Nenek 90 Tahun dari Sidomulyo Berangkat Haji dari Hasil Jual Daun Pisang


TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Matahari senja menggelincir menuju peraduannya. Usai melaksanakan salat Ashar, Nenek Ponirep (90) sudah menyiapkan pisau yang akan digunakannya mencari daun pisang.

Sebab, esok paginya, ia akan menjual daun pisang ke pasar. Setelah persiapan selesai, ia beranjak ke samping rumahnya yang terdapat puluhan tanaman pisang.

Lalu ia menyelipkan sabit pada ujung galah bambu yang akan digunakannya memotong dahan daun pisang yang tinggi. Tangan tuanya sangat cekatan memotong dahan daun pisang.

Tak terlalu lama, beberapa daun pisang terkumpul. Dengan pisau, ia memisahkan daun dengan pelepahnya.
Kemudian daun pisang dibawanya ke dalam rumah untuk dikebat dan nantinya dibawa ke Pasar Sidomulyo. Aktivitas mencari daun pisang ini jadi kegiatan rutin Ponirep yang tinggal di Dusun Purwodadi, Desa Sidomulyo, Sidomulyo, Lampung Selatan.

Puluhan tahun sudah Ponirep melakoni profesi ini. Ia berjualan daun pisang sambil berjualan tempe. Adapun tempe diambil dari anaknya yang jadi pembuat tempe di Sidomulyo.

Hasil dari puluhan tahun berjualan daun pisang dan tempe itu, sebagian disimpan Ponirep. Simpanan itulah yang jadi ongkos menunaikan Rukun Islam ke-5 tahun ini.

Anak-anaknya pun tidak pernah mengetahui jika ibunya menabung untuk bisa menunaikan ibadah haji. Mereka baru mengetahui saat nenek kelahiran Bantul, Yogyakarta ini hendak berangkat haji.

"Ibu sudah menabung puluhan tahun. Kita tidak pernah tahu. Saya sendiri baru tahu saat diminta menemani mendaftar haji tahun 2011 lalu. Itupun ibu meminta tidak diberitahukan dahulu kepada anaknya yang lain," cerita Sumijo, anak kedua Ponirep kepada Tribun, Senin (22/8).

 Sumber : http://lampung.tribunnews.com/2016/08/22/nenek-90-tahun-dari-sidomulyo-berangkat-haji-dari-hasil-jual-daun-pisang

Budidaya Jahe Merah di Polybag

Terima kasih telah berkunjung ke catatan ini, semoga bisa menjadi sedikit rujukan yang membantu, berikut akan dijelaskan secara singkat bagaimana cara memulai dari langkah pertama hingga perawatan.
Jahe merah dapat tumbuh dari dataran rendah hingga 2000 dpl. Pastikan ketersedian air yang cukup untuk melakukan penyiraman. Memulai usaha apapun tidak boleh setengah-setengah, dilakukan penuh kesungguhan, rajin dan disiplin dalam melakukan perawatan. Lakukan kontak batin dengan tanaman, ajak dia berkomunikasi. Meskipun dia tidak bisa membalas apa yang anda ungkapkan tentunya dia bisa memahami apakah anda sayang dengan tanaman tersebut. Pancarkan energi positif kepada tanaman. Terutama banyak-banyak lakukan permohonan kepada yang Maha menghidupkan tanaman.

Persiapan media tanam

Sebelum melakukan pemesanan bibit hendaknya mempersiapkan terlebih dahulu media tanam untuk di polybag. Kebutuhan media tanam untuk kapasitas 1000 polybag adalah sebagai berikut :
Tanah humus, pupuk kandang, dan media khusus lainnya akan diberitahukan setelah bergabung



Kesemua bahan tersebut diaduk rata menjadi satu.
Tuangkan beberapa karung dan aduklah bahan sedikit demi sedikit.



Media tersebut tidak semuanya dimasukkan dalam polybag. Polybag yang belum diisi media dilipat atau digulung setengahnya kemudian diisi media sekitar 3/4 atau dengan ukuran ember kecil adukan semen.

Perendaman bibit








Sebelum melakukan penyemaian bibit, rendam bibit selama 30 menit menggunakan pupuk organik cair.

Penyemaian bibit
Siapkan lahan penyemaian dengan ukuran 1 x 8 meter untuk kapasitas 1000 polybag.




Setelah bibit direndam selama 30 menit letakkan bibit di atas penyemaian dengan diberikan jarak sekitar 3 - 5 jari antar barisnya.

Setelah selesai meletakkan semua bibit diatas lahan penyemaian timbun secara merata sekadar menutupinya.


Di atas lahan penyemaian berikan pelindung untuk menutupinya
Bibit yang tumbuh sekitar 3 minggu



Pemindahan Bibit ke Polybag
Pemindahan bibit ke polybag ketika sudah muncul 3 - 4 daun. Media pada polybag dikurangi sedikit, kemudian ambil bibit dari lahan penyemaian secara hati-hati jangan sampai ada akar yang putus. Letakkan bibit ditengah dengan posisi akar menyebar ke delapan penjuru mata angin, lalu timbun dengan media secara perlahan sekitar 5 cm. 





Alat penyiraman sederhana terbuat dari botol plastik yang dilubangi sekelilingnya. Proses penyiraman setelah bibit dipindahkan ke polybag dalam 2 bulan pertama minimal sehari sekali.




Penambahan Media

Proses penambahan media dilakukan setiap 3 bulan atau ketika tunas baru yang terlihat umbinya segera dilakukan penambahan media agar umbi selalu dalam keadaan tertutup.





Demikian, sekian. Terima kasih.

Peluang usaha Jahe Merah dengan memanfaatkan pekarangan rumah anda. Luas lahan 10 meter x 20 meter untuk 1 paket Jahe Merah. Masa panen 10 - 12 bulan. Hubungi hanya menggunakan WA ke 082372815897 (Abu Aisyah). Kuota April 2017 terbatas untuk 100 paket. Bila lebih dari 100 paket dijadwalkan untuk bulan berikutnya.....

Khusus Wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
__________________________________________

Syarat dan ketentuan menjadi mitra yaitu fotocopy KTP 2 lembar dan dana administrasi untuk setiap paketnya. Proses pembayaran diawal untuk dilakukan pemesanan paket bibit dan akan dikirim paling cepat sekitar 7 hari. Persiapan media tanam sudah dilakukan sebelum bibit datang.

Setiap paket akan mendapatkan :
- 1000 kantong polybag yang ukuran diameter 40/50
- bibit rimpang 1000 biji
- pupuk organik 1 liter 
- penggantian polybag yang kurang hitungan jumlahnya/rusak
- penggantian bibit yang tidak tumbuh ( busuk)
- pembinaan pembudidayaan jahe merah organic
- penanggung jawaban hasil panen petani
- pembelian panen dibeli dengan harga Rp. 10.000,-/kg

Panduan Budidaya Jahe Merah

Terima kasih telah berkunjung ke catatan ini, semoga bisa menjadi sedikit rujukan yang membantu, berikut akan dijelaskan secara singkat bagaimana cara memulai dari langkah pertama hingga perawatan.
Jahe merah dapat tumbuh dari dataran rendah hingga 2000 dpl. Pastikan ketersedian air yang cukup untuk melakukan penyiraman. Memulai usaha apapun tidak boleh setengah-setengah, dilakukan penuh kesungguhan, rajin dan disiplin dalam melakukan perawatan. Lakukan kontak batin dengan tanaman, ajak dia berkomunikasi. Meskipun dia tidak bisa membalas apa yang anda ungkapkan tentunya dia bisa memahami apakah anda sayang dengan tanaman tersebut. Pancarkan energi positif kepada tanaman. Terutama banyak-banyak lakukan permohonan kepada yang Maha menghidupkan tanaman.

Persiapan media tanam

Sebelum melakukan pemesanan bibit hendaknya mempersiapkan terlebih dahulu media tanam untuk di polybag. Kebutuhan media tanam untuk kapasitas 1000 polybag adalah sebagai berikut :
Tanah humus, pupuk kandang, dan media khusus lainnya akan diberitahukan setelah bergabung



Kesemua bahan tersebut diaduk rata menjadi satu.
Tuangkan beberapa karung dan aduklah bahan sedikit demi sedikit.



Media tersebut tidak semuanya dimasukkan dalam polybag. Polybag yang belum diisi media dilipat atau digulung setengahnya kemudian diisi media sekitar 3/4 atau dengan ukuran ember kecil adukan semen.

Perendaman bibit








Sebelum melakukan penyemaian bibit, rendam bibit selama 30 menit menggunakan pupuk organik cair.

Penyemaian bibit
Siapkan lahan penyemaian dengan ukuran 1 x 8 meter untuk kapasitas 1000 polybag.




Setelah bibit direndam selama 30 menit letakkan bibit di atas penyemaian dengan diberikan jarak sekitar 3 - 5 jari antar barisnya.

Setelah selesai meletakkan semua bibit diatas lahan penyemaian timbun secara merata sekadar menutupinya.


Di atas lahan penyemaian berikan pelindung untuk menutupinya
Bibit yang tumbuh sekitar 3 minggu



Pemindahan Bibit ke Polybag
Pemindahan bibit ke polybag ketika sudah muncul 3 - 4 daun. Media pada polybag dikurangi sedikit, kemudian ambil bibit dari lahan penyemaian secara hati-hati jangan sampai ada akar yang putus. Letakkan bibit ditengah dengan posisi akar menyebar ke delapan penjuru mata angin, lalu timbun dengan media secara perlahan sekitar 5 cm. 





Alat penyiraman sederhana terbuat dari botol plastik yang dilubangi sekelilingnya. Proses penyiraman setelah bibit dipindahkan ke polybag dalam 2 bulan pertama minimal sehari sekali.




Penambahan Media

Proses penambahan media dilakukan setiap 3 bulan atau ketika tunas baru yang terlihat umbinya segera dilakukan penambahan media agar umbi selalu dalam keadaan tertutup.





Demikian, sekian. Terima kasih.

Peluang usaha Jahe Merah dengan memanfaatkan pekarangan rumah anda. Luas lahan 10 meter x 20 meter untuk 1 paket Jahe Merah. Masa panen 10 - 12 bulan. Hubungi hanya via WA ke 082372815897 (Abu Aisyah). Kuota April 2017 terbatas untuk 100 paket. Bila lebih dari 100 paket dijadwalkan untuk bulan berikutnya.....

Khusus Wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
__________________________________________

Syarat dan ketentuan menjadi mitra yaitu fotocopy KTP 2 lembar dan dana administrasi untuk setiap paketnya. Proses pembayaran diawal untuk dilakukan pemesanan paket bibit dan akan dikirim paling cepat sekitar 7 hari. Persiapan media tanam sudah dilakukan sebelum bibit datang.

Setiap paket akan mendapatkan :
- 1000 kantong polybag yang ukuran diameter 40/50
- bibit rimpang 1000 biji
- pupuk organik 1 liter 
- penggantian polybag yang kurang hitungan jumlahnya/rusak
- penggantian bibit yang tidak tumbuh ( busuk)
- pembinaan pembudidayaan jahe merah organic
- penanggung jawaban hasil panen petani
- pembelian panen dibeli dengan harga Rp. 10.000,-/kg

Back To Top